Cookie Consent
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin pemblokiran iklan di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih di plugin pemblokiran iklan Anda.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Gabung

Habib Abubakar bin Ali

Habib Abubakar bin Ali - Pendiri Perguruan Islam Jamiatul Khair
Habib Abubakar bin Ali

Tokoh alim ulama pendiri perguruan Islam Jamiatul Khair pada 1901. Nama lengkapnya Habib Abubakar bin Ali bin Abubakar bin Umar Shahab. Kelahiran Jakarta tanggal 28 Rajab 1288 H (1874 M) dan meninggal di Jakarta 18 Maret 1944. Ayahnya bernama Ali bin Abubakar bin Umar Shahab kelahiran Damun, Tarim, Hadramaut, sedangkan ibunya bernama Muznah binti Syech Said Naum, merupakan keturunan Arab yang mewakafkan tanahnya di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang untuk pemakaman.

Pada tahun 1297 H, saat berusia 10 tahun, bersama ayahnya serta saudaranya Muhammad dan Sidah, berangkat ke Hadramaut. Di sana Abubakar menuntut ilmu dari berbagai guru terkenal, baik di Damun, Tarim, maupun Seywun, di samping mendatangi tempat pengajian dan pertemuan dengan sejumlah ulama terkemuka. la kembali ke Indonesia melalui Syihir, Aden, Singapura dan tiba kembali ke Jakarta pada tanggal 3 Rajab 1321 H. Setelah mendapat gemblengan selama tiga belas tahun di Hadramaut. Kemudian mendirikan Jamiatul Khair bersama Abubakar bin Ali Shahab dan sejumlah pemuda Alawiyyin. Pada tanggal 1 Mei 1926, saat usianya 50 tahun, untuk kedua kalinya kembali berangkat ke Hadramaut disertai dua orang putranya Hamid dan Idrus. Mereka singgah di Singapura, Malaysia, Mesir dan Mukalla sebelum tiba di Damun, 20 Dzulqaidah 1344 H. Di tempat yang disinggahinya ia selalu belajar dengan para guru dan sejumlah habib. Di Hadramaut ia memperbaiki sejumlah masjid, diantaranya Masjid Al-Mas, bahkan juga membangun Masjid Sakran. Habib Abubakar tidak pemah jemu berjuang untuk kejayaan Islam dan Alawiyyin.

Pada 27 Syawal1354 H, Habib Abubakar sampai di Jeddah untuk menunaikan ibadah haji. Kedatangannya di tanah suci bersamaan dengan kedatangan Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi dari Kwitang, seorang ulama besar dari Jakarta yang menjadi sahabat karibnya. Pada tanggal 11 Safar 1356 H (23 April 1937), kembali pulang ke Jakarta. Selama berada di Indonesia kegiatan sosial dan pendidikan menjadi perhatian utamanya. Perjuangannya untuk kemajuan agama tidak pernah berhenti, melalui pengorbanan tenaga dan mendermakan harta bendanya. Sebagai wakil dari Ai Rabithah Al Alawiyyah, telah beberapa kali ditugaskan mencari dana baik untuk kepentingan kelompok Alawiyyin maupun masyarakat luas.
Mau donasi lewat mana yak? Paypal
Bank BRI - An. KHASUN / Rek - 0112 0110 0510 502
Traktir Kopi: Bantu creator menjaga website ini dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Habib Abubakar bin Ali, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code