Cookie Consent
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin pemblokiran iklan di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih di plugin pemblokiran iklan Anda.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Gabung

Imam Haji Morshidi

Imam Haji Morshidi
Imam Haji Morshidi

Datuk Hakim Imam Haji Morshidi yang nama penuhnya ialah Abang Haji Morshidi bin Abang Haji Narudin (Nuruddin) bin Datuk Bandar Haji Bolhasan. Beliau dilahirkan di Kuching pada tahun 1877.

Beliau melanjutkan pengajian agamanya ke Makkah al-Musyarrafah dan menjadi murid kepada ramai ulama ternama di sana seperti Syaikh Haji Uthman bin Abdul Wahhab as-Sarawaki, Syaikh Wan Ahmad al-Fathani, Syaikh Mukhtar Bogor, Syaikh Muhammad Sa`id BabShail dan Sidi Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi. Setelah menahun di Kota Makkah selama kira-kira lapan tahun, pulanglah beliau ke Sarawak untuk menabur jasa mendidik anak bangsanya dengan menjadikan Masjid Tambi atau Masjid India atau nama rasminya sekarang Masjid Bandar Kuching sebagai pusat kegiatan dakwahnya. Di situlah juga Datuk Imam Haji Morshidi membuka sebuah madrasah pada tahun 1917 yang dinamakan sebagai Madrasah al-Mursyidiyyah ditukar namanya kepada Madrasah Islamiah. Dari Madrasah ini telah lahir ramai tokoh masyarakat dan agama, bahkan kebanyakan Mufti-Mufti Negeri menerima pendidikan formal agama dan Bahasa Arab dari madrasah ini, termasuklah mufti sekarang Datu Haji Loling Othman bin Haji Alwi. Pada tahun 1939, berpulanglah Datuk Imam Haji Morshidi ke rahmatUllah di Kuching dengan meninggalkan banyak anak murid dan alhamdulillah, almarhum ayahandaku sempat menimba ilmu dengan beliau. Oleh itu sedikit sebanyak pertautan titihan ilmu itu sampai juga kepadaku.

Sebenarnya Sarawak seperti negeri-negeri lain mempunyai ramai ulama keluaran Makkah, tetapi sejarah hidup mereka dan perjuangan serta dakwah mereka tidak banyak diketahui. Pendakwah Sarawak ada yang pergi berdakwah di kawasan-kawasan negara jiran seperti Kalimantan, dan terdapat juga tradisi berfaqir dilakukan oleh ulama-ulama Sarawak. Aku berharap anak-anak negeriku ini akan membuat usaha untuk mencari dan mendokumentasikan riwayat-riwayat hidup dan perjuangan tokoh-tokoh agama seperti Datuk Imam Haji Morshidi, Datuk Hakim Keramat, Tuan Guru Haji Baha`, Tuan Guru Haji Daud Abdul Ghani, Tuan Guru Haji Saleh Arif dan ramai lagi. Biarlah sejarah hidup mereka diketahui oleh anak bangsa kita, agar boleh dijadikan contoh dalam meneruskan perjuangan mendaulatkan Islam di tanah air ini. Menulis riwayat hidup para ulama dan sholihin adalah satu tugas yang mulia, bahkan ada ulama yang menyatakan bahawa jika seseorang menulis riwayat hidup seorang waliyUllah, kelak di hari kiamat dia akan bersama dengan wali tersebut. Ini kata-kata ulama, kalau nak percaya, percayalah, kalau tidak apa boleh buat, cuma ingat-ingatlah pada sabdaan Junjungan s.a.w. hadits baginda yang shohih bahawa "seseorang itu akan bersama-sama dengan orang yang dikasihinya." Aku terlalu dhoif dan tidak berkemampuan untuk menjalankan kerja ini, banyak cerita dan riwayat lisan yang kudengar sewaktu nembiak dolok, udah ingat-ingat lupak di ingatan. Antara yang aku masih ingat ialah mengenai cerita berkenaan Tuan Guru Haji Baha` yang meninggal sewaktu berfaqir di Batang Samarahan, alhamdulillah, aku berkesempatan bergaul dengan muridnya yang kini sudah berusia lebih 80 tahun yang menceritakan bagaimana mereka berdayung dari Batang Samarahan dengan mudahnya mudik ke Kuching membawa jenazah almarhum. Sayang sampai ke saat ini riwayat dan kisah dakwah ulama-ulama ini masih samar dan tidak dipedulikan berbanding dengan tokoh-tokoh politik semasa. Mudah-mudahan Allah menyirami roh Datuk Imam dan segala arwah para ulama serta sekalian muslimin dengan cucuran hujan rahmat dan keredhaan yang berkekalan sehingga ke hari pertemuan.

al-Fatihah.
Mau donasi lewat mana yak? Paypal
Bank BRI - An. KHASUN / Rek - 0112 0110 0510 502
Traktir Kopi: Bantu creator menjaga website ini dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Imam Haji Morshidi, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code