Abah Anom Syeikh Abdul Qodir Zaman Ini

elzeno
elzeno
Abah Anom Syeikh Abdul Qodir Zaman Ini

Berkata Al Alimul Allamah Al Arif Billah al Habib Munzir Bin Fuad al Musawa Thoriqoh sangat banyak dimuka bumi saat ini, dan sulthon Auliya hanya satu saja, jika Wali ini wafat akan digantikan Wali lainnya, mereka adalah Khalifah batiniyah pada ummat ini, sebagai pengganti para khulafa'urrasyidin, dialah hamba Allah yang paling taqwa dan ibadahnya paling ikhlas dizamannya..

Antara Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. dan Abah Anom ada kesamaan. Abah Anom dikenal sebagai Ulama Ahli Fiqih yang Wudhunya tiada pernah terputus begitupun dengan lisannya selalu basah dengan zikir kepada Allah.

Suatu malam ku bermimpi melihat wujud Abah Anom adalah wujud Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. shulthon Aulia pada masanya.

Syeikh Ali Al Hiti meriwayatkan bahwa Sulthon Aulia Syeikh Sayyid Abu Wafa Tajul Arifin berkata kepada Syeikh Abdul Qodir Jaelani saat masih dalam menimba ilmu, "Abdul Qodir, masa sekarang milik kami dan kelak akan jadi milikmu. Aku serahkan kepadamu Iraq. Semua Ayam akan berkokok dan berhenti kecuali kokokan kokokan Ayammu yang tidak akan berhenti hingga hari Kiamat.

Pendiri Thoriqoh Naqsyabandi Syekh Bahauddin Naqsyabandi menyatakan “Akhir seluruh Thoriqoh adalah awal dari Thoriqoh ini yaitu Thoriqoh Naqsyabandi”

Manaqib Guru Agung Al Alimul Allamah Al Arif Billah Sayyidi Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ( Abah Anom ) waktu lahirnya luar biasa di kisahkan ada seorang Wakil dari Abah Sepuh yaitu Al Arifbillah KH. Abu Bakar Faqih telah menerima surat langsung dari Nabi Khidir As. tuk diberikan kepada ayahnya Abah Anom yaitu Syeikh Abdullah Mubarok ( Abah Sepuh ) ini nama khusus buat Abah Anom ada 2 pilihan Shohibul Wafa atau Tajul Arifin... maka dipilih oleh Abah Sepuh kedua-duanya menjadi Shohibul Wafa Tajul Arifin dan diceritakan hingga saat ini surat itu masih terjaga...

Tidak sedikit Pengakuan dari para Ulama Sufi pada Tahun 2001 mereka mengakuinya, Abah Anom sebagai Rajanya Para Aulia Allah dimasanya, Wali yg Paripurna bertugas memimpin para wali diseluruh alam. Jumlahnya tiap masa hanya 1 orang saja, bila ia wafat ia akan digantikan oleh wali Aimmah. Menjelang kunjungan syeikh Nazim al Haqqani Annaqsbandi bersama Syeikh Hisyam Kabbani dari Amerika ke Suryalaya TAHUN 2001 telah tersiar kabar dari para Ulama Sufi maqam Abah Anom adalah al-Quthubul Ghauts al-Fard al-Jami’...

Bahkan Al Imam al Alim al Alamah al Arif Billah Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syeikh Muhammad al Maliki al Hasni al Husaini as Syadzili dari Mekah 40 hari menjelang wafatnya pada TAHUN 1425 H ( 2004 M ) mengungkapkannya bahwa Syekh ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman ( RAJANYA PARA WALIULLAH ZAMAN INI )

Tuan guru sekumpul menyampaikan bahwa SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH ....

Kedudukannya sebagai Sulthonul Awlia telah di akui sejak 11 tahun yang lalu oleh para Ulama Sufi dan mereka telah mengakuinya yaitu dimulai sejak tahun 2001 hingga Wafatnya di Tahun 2011, Abah Anom wafat di usia 96 tahun. "INNALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN. Berpulang ke Rahmatullah Hadrotu Syaikh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin Qs. , pada hari Senin, 5 September 2011 / 6 Syawal 1432 H pukul 11.50 di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya, bertepatan dengan Milad ke-106 pesantren yang dipimpinnya" Beliau meninggalkan seorang istri dan 16 orang anak. Abah Anom dimakamkan di Pagerageung, Tasikmalaya. Saat wafatnya Abah Anom SEPTEMBER 2011 Pengakuan langsung datangnya dari Syeikh Hisyam Kabbani kepada KH. Wahfiudin via email juga mengungkapkan Abah Anom sebagai Sulthon ( Raja ) para Aulia meninggalnya sangat beruntung berkumpul bersama para Nabi dan para Wali...

Naqsyabandiyah USA
To: Wahfiudin

Salam wrb.
I am so sorry to hear that Mawlana Taj Al-Aarifeen SULTAN Abah Anom (qs) passed away. InshaAllah we will perform here in our center Salat alGhaeb for his soul.
All of you must know that he is inshaAllah with Prophet and All Awliya. He is so lucky. May Allah swt keep us in dunia and akhira with Prophet and His Awliya and Taj al-Arifeen in paradise in Divine presence. Love to all of you and keep us all along His way.
Your servant hisham kabbani rabbani.

Suatu ketika Abah Anom menyampaikan akan hal ini yaitu Suatu ketika di TAHUN 2002 seorang wakil Talqin Abah Anom bertanya cara salam yang baik kepada Pangersa Abah Anom... jawaban Abah ini salamnya :


السَّلَامُ عَلَيْكَ – Salam untukmu
يَا مَالِكَ الزَّمَانِ wahai penguasa zaman
,وَ يَا إِمَامَ الْمَكَانِ pemimpin wilayah
,وَ يَا قَائِمَ بِأَمْرِ الرَّحْمَانِ penegak ketentuan ar-Rahman
,وَ يَا وَارِثَ الْكِتَابِ pewaris kitab
,وَ يَا نَائِبَ الرَّسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ wakil Rasulullah s.a.w.
,يَا مَنْ مِنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ عَائِدَتُهُ yang selalu pergi pulang antara bumi dan langit
,يَا مَنْ أَهْلَ وَقْتِهِ كُلُّهُمْ عَائِلَتُهُ yang orang-orang sezamannya adalah keluarganya
,يَا مَنْ يُنَـزَّلُ الْغَيْثُ بِدَعْوَتِهِ yang diturunkan pertolongan karena doanya
,وَ يُدَرُّ الضَّرْعُ بِبَرَكَتِهِ – yang dikucurkan limpahan susu karena keberkahannya
وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ – الْفَاتِحَةُ beserta rahmat Allah dan keberkahanNya, al-Fatihah…

- Inilah sekelumit Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs.

Suatu saat Syeikh Lulu Al Armini ketika bertemu dengan Syeikh Atha' Al Mashri, beliau memintanya untuk menyebutkan para gurunya. Syeikh Lulu berkata kepadanya, "Atha', guruku adalah Syeikh Abdul Qodir Jailani Qs. yang menyatakan, Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap waliullah' dan pada saat beliau selesai mengucapkan hal tersebut tercatat 313 wali Allah dari segala penjuru dunia menundukkan kepala mereka, 17 wali berada di Haramain, 60 Wali di Iraq, 40 Wali di Negeri non-Arab 40 Wali di Syam, 20 Wali di Mesir, 27 Wali di Maroko, 11 Wali di Habsyah, 7 Wali di tembok penahan Ya'juj dan Ma'juj, 7 Wali di Wadi Sarandib, 47 Wali di Gunung Qof, 20 Wali di daerah Teluk. Dan banyak yang bersaksi bahwa pernyataan tersebut diucapkan berdasarkan perintah Allah. " Aku melihat para Wali di Timur maupun di Barat menundukkan kepala. Syeikh Ahmad Ar Rifa'i memanjangkan lehernya dan melihat punggungnya seraya berkata, 'Memang ada di Punggungku'. Saat Pendiri Thoriqoh Rifa'iyyah Sayyid Ahmad Ar Rifa'i di tanya mengenai perkataanya itu, beliau berkata, "Saat ini di Baghdad, Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. sedang berkata, 'Kedua telapak kakiku ada di punggung setiap Waliullah. Di Negeri Maroko ( Maghrib ) Syeikh Abu Madyan memanjangkan lehernya dan berkata, 'Benar dan aku salah seorang dari mereka. Ya Allah aku bersaksi kepada Mu dan kepada para Malaikat Mu bahwa aku mendengar dan patuh'.

Saat Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. mengucapkannya 'Kedua telapak kakiku ada di punggung setiap Waliullah banyak orang yang melihat rombongan Wali Allah terbang di udara menghadap beliau atas perintah Nabi Khidir As. Seorang Wali berkata kepada beliau ;

WAHAI RAJA ZAMAN,
PENGUASA TEMPAT,
PELAKSANA PERINTAH SANG MAHA PENGASIH,
PEWARIS KITAB ALLAH DAN WAKIL RASULULLAH SAW.,
YANG DI ANUGRAHI LANGIT DAN BUMI,
YANG MENJADIKAN SELURUH ORANG PADA MASANYA SEBAGAI KELUARGANYA, YANG DO'ANYA MENURUNKAN HUJAN DAN BERKAHNYA MENGHILANGKAN MENDUNG,
YANG MENJADIKAN KEPALA ORANG YANG MENGHADAPNYA TERTUNDUK,
YANG MAHLUK GHAIB HADIR DI HADAPANNYA SEBANYAK 40 SHAF DENGAN 70 ORANG GHAIB PADA SETIAP SHAFNYA,
YANG TELAPAK TANGANNYA TERTULIS BAHWA DIA TIDAK AKAN MENDAPATKAN MAKAR DARI ALLAH,
DAN DI UMURNYA KE 20 TAHUN PARA MALAIKAT BERPUTAR DI SEKELILINGNYA SERTA MENYAMPAIKAN KABAR GEMBIRA KEWALIAN BELIAU.


Qutbul Ghauts Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya Kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampuku untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”

Rasulullah Saw bersabda “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua utuk mencintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu. ( HR. Imam Bukhari )

Komentar : Abah Anom Syeikh Abdul Qodir Zaman Ini