Biografi Syeikh Umar bin Abdullah Bagharib

"Biografi Syeikh Umar bin Abdullah Bagharib"

elzeno 1 menit baca
Syeikh Umar bin Abdullah bin Ahmad bin Abdullah bin Umar bin Abdullah Bagharib lahir di Tarim, Hadramaut, di bulan Ramadhan 1300 H. Hal ini menurut Habib Muhammad bin Salim Al-Attas.

Biografi Syeikh Umar bin Abdullah Bagharib

Ayahnya adalah seorang hafiz Al-Quran dan telah dilaporkan melakukan nya haji 35 kali dengan berjalan kaki dari Tarim ke Mekah dan Madinah. Dia melakukan tugas untuk menyebarkan dan mengajarkan agama Islam di desa-desa yang melewati sepanjang perjalanan. Ibu Para Kyai Umar adalah Shaykhah Binte Sheikh 'Awad Abu Bakr Bazeghefan. Kakek keempat yang membawa nama yang sama seperti dia - Para Kyai Umar bin Abdullah Bagharih - adalah Qutub As-Siddiqah Al-Kubra yang memiliki lebih dari 1000 siswa yang telah hafal Al-Quran. Menurut Para Kyai Umar bin Abdullah Al-Khatib, kalangan mahasiswa adalah Habib Abdullah Al-terkenal Haddad (sahibul Ratib).

Ketika ia berusia 13 tahun, Umar Para Kyai Bagharib diberi tanggung jawab untuk mengajar. Dia kemudian pergi ke al-Qaryah untuk mengajar anak-anak Syed Muhammad bin Husain selama tiga tahun. Atas permintaan dari Habib Ahmad bin Hassan Al-Attas, ia kemudian pergi ke al-'ajlaniyah untuk mengajar anak-anak di sana, dan menjadi imam untuk Masjid Al-Ajlaniyah ketika ia berusia 18 tahun.

Tampaknya gaya pengajaran yang sangat diterima oleh anak-anak di mana pun mereka berada karena ketika ia pindah ke Singapura sekitar tahun 1935, ia membuka tiga kelas untuk anak laki-laki dan perempuan, mengajar mereka Bahasa Arab, Al-Quran dan Fiqih. Karena afinitas untuk mengajar anak-anak, ia akrab disapa mu'allim (Guru).

Mereka kelas yang diadakan di Masjid Khadijah, masjid di mana ia diangkat dan menjabat sebagai Imam selama 33 tahun.

Selain mengajar anak-anak, ia juga guru untuk Para Kyai Umar bin Abdullah Al-Khatib. Meskipun anaknya, Para Kyai Zakaria bin Umar Bagharib, kemudian menjadi mahasiswa Para Kyai Umar Al-Khatib, kerendahan hati Para Kyai Umar mewajibkan dia untuk selalu mencium tangan Para Kyai Zakaria, sebagai suatu kehormatan kepada ayahnya yang adalah guru Para Kyai Umar Al-Khatib.

Para Kyai Umar Bagharib juga merupakan khalifah pertama untuk Tariqah Qadiriyah di Singapura. Para Kyai Nya adalah Maulana Abdul Alim As-Siddiqi.

Dia meninggal di Singapura, pada Senin 24 Juni, 1968 (28 Rabiul Awal 1388) dan dimakamkan di pemakaman Bidadari.

Semoga Allah memberkati jiwanya.

(Sumber: Para Kyai Zakaria Bagahrib & Webmaster)
http://aladamyarrantawie.blogspot.com/
http://www.facebook.com/Kisah.Para.DatudanUlama.Kalimantan
http://www.facebook.com/Para.Pecinta.Habaib.dan.Ulama
elzeno
elzeno Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utama seberapa besar kita memberi manfaat kepada sesama.
Posting Komentar
Cari ...
Menu
Tampilan
Bagikan