Datu Gusti Aminin

elzeno
elzeno
Datu Gusti Aminin
Foto tgl 28 - 9 - 2013 Abdurrahim Magrum


Gusti Aminin adalah Putera Suryanapati bin Pangeran Jaya Diwangsa. Tidak diketahui secara pasti kapan beliau dilahirkan. Namun apabila dihitung tahun wafatnya sekitar 1745 masehi, maka saat meninggal diperkirakan usianya tidak kurang dari 100 tahun. Artinya, sekitar tahun 1645-an Gusti Aminin lahir. Bersama Datu Khayan dan Datu Kapitan, Datu Aminin memimpin masyarakat Pulau Alalak dan Berangas menyerang kapal-kapal Belanda. Sejumlah pertempuran di perairan Sungai Barito pun sudah sering diikutinya. Beliau terkenal sakti, bahkan tembakan musuh tak bisa bersarang di tubuhnya.

Dikisahkan, sekitar abad XVIII terjadi pertempuran hebat di Muara Mantuil Banjarmasin. Karena persenjataan dan kekuatan musuh lebih banyak, Datu Aminin memerintahkan mundur. Namun, karena Datu Kapitan tidak mau mundur dan terus maju, Datu Kapitan pun akhirnya gugur.

Melihat Datu Kapitan tewas bersimbah darah, Gusti Aminin mengamuk dengan mandau di tangan. Pihak musuh banyak yang tewas akibat serangan Gusti Aminin yang membabi-buta tersebut. Sementara peluru yang dimuntahkan Belanda, tak satu pun mampu menembus tubuhnya. Serangan Gusti Aminin ini juga menewaskan seluruh isi kapal Belanda termasuk kapten kapal.

Namun, tidak lama setelah kejadian itu, Gusti Aminin jatuh sakit. Sejumlah peluru yang tidak berhasil menembus tubuhnya ternyata membuat luka dalam. Gusti Aminin pun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sekitar tahun 1745. Datu Aminin sendiri sebelumnya juga dimakamkan di Desa Berangas. Namun pada tahun 1977, oleh cucu beliau tertua bernama Muhammad Yusuf dan cucu, juriat yang lain, kesepakatan orang kampong dipindah ke Pulau Sugara. Usia Muhammad Yusuf sendiri saat pemindahan makam tersebut dikabarkan sudah berusia 165 tahun

Semoga Allah Subhana Wa Taala senantiasa melimpahkan RahmatNya untuk beliau dan seluruh keturunannya .....alfatihah...aamiin..

Maqam Datu Gusti Aminin terletak di Pulau Sugara ,RT 2 .kec Alalak .Kab Batola.
Depan Madrasah Ibtidayah Al Manar.

Penulis : Abah Soultan

Komentar : Datu Gusti Aminin