Biografi Al Imam Muhammad Maula Al-Dawilah

Biografi Al Imam Muhammad Maula Al-Dawilah
Foto: Komplek Pemakaman Aulia di Zanbal

Imam Muhammad Maula Dawilah lahir di Tarim. Beliau tumbuh dan dibesarkan di sana. Ketika ayahnya meninggal ia masih kecil dan selanjutnya beliau diasuh dan dididik oleh pamannya Syaikh Abdullah. Imam Muhammad Maula Dawilah belajar kepada kaum ulama al-arifin, para fuqaha di Makkah dan Madinah.

Berkata Syaikh Muhammad bin Hasan al-Mualim: "Saya menyaksikan bahwa Syaikh Muhammad Maula Dawilah berada dalam kasih sayang Allah SWT setelah wafatnya". Suatu hari Syaikh Muhammad Maula Dawilah hadir bersama paman dan gurunya Syaikh Abdullah Ba'alawi. Ketika datang waktu shalat, beliau langsung menunaikan shalat tanpa terlebih dahulu mengambil wudhu' dan ketika ditanya kepadanya, Syaikh Muhammad Maula Dawilah berkata: "Demi Allah SWT, sesungguhnya saya telah minum dan berwudhu' dengan air di Telaga Kautsar". Kemudian beliau menggerakkan jenggotnya, maka meneteslah air dari jenggotnya itu. Telaga Kautsar adalah salah satu telaga yang berada di surga.

Al-Faqih Ali bin Silim meriwayatkan: pada suatu hari syaikh Muhammad Maula Dawilah datang ke rumahnya dan memegang rumah tersebut dengan jari-jarinya. Lalu ia berkata kepada penghuni rumah tersebut: keluarlah kamu sekalian wahai penghuni rumah. Maka keluar semua yang ada di dalam rumah tersebut. Setelah itu beliau melepaskan tangannya dan menjauh dari rumah itu, maka tidak lama kemudian rumah itu roboh dan semua penghuni rumah tersebut selamat.

Berkata Syaikh Abdurahman Assaqqaf: "Ayahku berkata kepadaku: ketika aku sedang sakit datang dua orang malaikat dengan sebuah bejana dan di dalamnya terdapat sesuatu yang berwarna putih seperti susu, maka aku minum apa yang ada dalam bejana itu sampai habis, rasa cairan yang aku minum lebih manis dari madu. Maka beliau berkata: dari mana cairan ini? Malaikat tersebut menjawab: Dari mata air Salsabila.

Sesungguhnya Syaikh Muhammad Maula Dawilah jika sedang membaca Alquran tentang ayat-ayat yang berisi berita peringatan, maka kaku lidahnya, cemas dan terlihat di kedua bibirnya seperti terbakar dan beliau selama dua puluh tahun melaksanakan Shalat Subuh dengan wudhu' Isya. Ketika merasa sesaat lagi akan wafat, beliau melihat Rasulullah SAW memakaikannya jubah.

Imam Muhammad Maula Dawilah wafat pada hari senin tanggal 10 Bulan Sya'ban tahun 765 Hijriyah.

( Ahmad bin Faqih Basyaiban ( chemot marley ). Dikutip dari buku Menelusuri Jejak Suci Bani Alawi. Pasuruan, 06 Oktober 2013 )



Baca juga :