Selamat datang dan terima kasih telah mengunjungi website kami. MUQODDIMAH

Zaid bin Khattab Saudara dari Umar bin Khatab

Zaid bin Khattab Saudara dari Umar bin Khatab
Zaid bin Khattab Saudara dari Umar bin Khatab

Zaid bin Khattab atau Zaid bin al-Khattab (bahasa Arab: زيد بن الخطاب) (wafat Rabi'ul Awwal 12 H) adalah Sahabat Nabi Muhammad dari golongan Muhajirin. Ia adalah saudara laki-laki dari Umar bin Khatab, dan terlebih dahulu masuk Islam, ia merupakan keturunan Bani 'Adi, suku Quraisy, dari kabilah Kinanah. Nasabnya Zaid bin al-Khatab bin Nafiel bin Abdul 'Uzza bin Rayyah bin Abdullah bin Qirth bin Razah bin Adi bin Ka'ab bin Lu`aiy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.

Zaid hijrah ke Madinah bersama Umar, Ayyasy, Abu Rabi'ah, Khunais bin Hadzaqah as-Sahmi (Suami Hafshah binti Umar), Sa'id bin Zaid, 4 anak al-Bukair: Iyas, Aqil, Amir, Khalid, yang merupakan keturunan dari Bani Laits al-Kinaniyah. Ketika sampai di Madinah, ia bertemu dengan Rifa'ah bin Abdul Mundzir di Quba, dan Nabi Muhammad mempersaudarakan antara Zaid dan Ma'an bin Adi al-Anshari al-'Ajlani, keduanya mati syahid dalam Pertempuran Yamamah.

'Umar bin Khattab berasal dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari Bani Makhzum. 'Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Pada zaman jahiliyah keluarga 'Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka.

Fatimah Binti Khattab Bin Naufal Al-Quraisyi adalah saudara perempuan Al-Faruq Umar Bin Khattab. Ia termasuk wanita angkatan pertama yang berbaiat kepada Rasulullah. Ia memeluk Islam sebelum saudara lelakinya masuk Islam. Tapi ia selalu menyembunyikan keIslamannya dari saudara lakinya yang bengis waktu itu. Ia hidup berkhidmat kepada dakwah Islam, dan dalam berkhidmat dia mengalami banyak peristiwa. Khabab Bin Al-Arat berungkali mengajari Fatimah dan Sa’ad Bin Zaid (suaminya) membaca al-Qur’an. Dengan tekun Khabab memberikan hafal-hafalan ayat-ayat Allah. Ia bacakan, lalu mereka menirukan hingga kemudian hafal.

Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar