Selamat datang dan terima kasih telah mengunjungi website kami. MUQODDIMAH

Abdul Ghani al-Maqdisi Ahli Hadits Mazhab Hanbali

Abdul Ghani al-Maqdisi Ahli Hadits Mazhab Hanbali
Abdul Ghani al-Maqdisi Ahli Hadits Mazhab Hanbali

Biografi

Abdul Ghani al-Maqdisi (Arab: عبد الغني بن عبد الواحد بن سرور المقدسي) adalah seorang ulama dari mazhab Hanbali dan seorang ahli hadits yang menonjol. Sehingga karyanya dalam bidang hadits sangat berpengaruh dan terus digunakan hingga saat ini. Dia adalah saudara sepupu dari Ibnu Qudamah dan murid dari Ibnul Jauzi. Al-Maqdisi pernah belajar kepada Abdul Qadir Jaelani namun hanya sebentar karena tak lama berselang al-Jaelani meninggal.

Dilahirkan di Jama’il pada tahun 541 H, suatu daerah di pegunungan Nablus bagian dari Negeri Palestin dekat Baitul Maqdis, karenanya dinisbatkan ke Baitul Maqdis. Kemudian keluarganya pindah ke Damaskus, setelah itu pindah di tepi gunung Qasiyun dan daerah ini dikenal dengan nama Ash Shalihiyah. Imam Abdul Ghani tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang berilmu dan baik yang menyebarkan madzhab Hambali di Syam.

Guru-Gurunya

Di antaraguru-gurunya adalah kepala keluarganya yaitu Ahmad bin Muhamad bin Qudamah al-Maqdisi di Syam; Ibnul Jauzi, Abdul Qadir Jailani dan Abul Fathi bin al-Manni di Baghdad; Abu Thahir as-Silafi di Iskandariyah; Abul Fadhl at-Tushi di Moshul; Abdurrazak bin Ismail al-Qirmani di Hamadzan; Abu Musa al-Madini dan para ulama yang seangkatan dengannya di Asbahan. Imam Abdul Ghani mengadakan bepergian (safar) untuk menimba ilmu ke Irak dengan anak laki-laki bibinya yang bernama Abdullah bin Ahmad bin Qudamah al-Maqdisi yang menulis kitab fikih yang terkenal yaitu “Al Mughni”. Imam Abdul Ghani condong kepada ilmu hadits, sedangkan Imam Ibnu Qudamah condong kepada ilmu fikih.

Karya Tulis

Kepakaran Al-Maqdisi adalah di dalam bidang hadits, di antara karya tulisnya adalah:
  1. Al-Kamal fi Asma' ar-Rijal, kitab mengenai biografi dari para perawi hadits. Kitab yang menyebutkan nama-nama perawi hadis Kutubus Sittah ( enam kitab hadis ) yaitu Shahih Bukhari dan Muslim, Sunan Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Kitab ini menjadi sumber penulisan semua kitab yang ditulis tentang nama-nama perawi hadis dan biografinya setelah penulis ini.
  2. Umdatul Ahkam, kitab kompilasi hadits-hadits fikih. Umdatul Ahkam, merujuk kepada dua macam; yaitu Umdatul Ahkam as-Sughra (kecil), kitab koleksi hadits-hadits fikih dari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim; dan Umdatul Ahkam al-Kubra (besar), kitab yang menghimpun hadits-hadits hukum yang bersumber dari Kutubus Sittah.
  3. Al-Misbah Fi ‘Uyuni al-Ahadits as-Shihah, yang mencakup hadits-hadits dari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
  4. Kitab Dzikir
  5. Al-Atsar al-Mardhiyyah Fi Fadhaili Khairil Bariyyah.
  6. Kitab As Sifat.
  7. Mihnatul Imam Ahmad
  8. Al-Arba’in Min Kalami Rabbil ‘Alamin
  9. Al-Jami’us Shaghir Li Ahkamil Basyir wan Nadzir.
  10. Al-Iqtishad fil I’tiqad dan masih banyak lagi karya-karyanya yang lain.
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar