Selamat datang dan terima kasih telah mengunjungi website kami. MUQODDIMAH

Al-Mubarakfuri - Safiur Rahman Mubarakpuri

Al-Mubarakfuri atau Safiur Rahman Mubarakpuri
Al-Mubarakfuri atau Safiur Rahman Mubarakpuri

Safiur Rahman Mubarakpuri (صفی الرحمن مبارکپوری; 6 Juni 1943 - 1 Desember 2006) adalah seorang penulis India. Mubarakpuri lahir di Husainabad, sebuah desa satu mil di sebelah utara Mubarakpur, distrik Azamgarh, Uttar Pradesh, India. Mubarakpuri memulai studinya di rumah dengan Al-Quran di bawah pengawasan kakek dan pamannya. Dia kemudian mulai belajar dalam bahasa Arab dan Persia setelah diterima di Madrasah Arab Dar-ut-Taleem. Dia kemudian pindah ke Madrasah Ihyaaul Uloom di Mubarakpur setelah diterima di sana pada tahun 1954. Dua tahun kemudian dia bergabung dengan Madrasah "Faid-e-Aam" Maunath Bhanjan (distrik Mau) untuk studi lebih lanjut. Setelah menyelesaikan tujuh tahun studinya, ia memperoleh gelar Fadilat dan lulus beberapa ujian untuk menerima Sertifikasi Maulvi dan Alim. Mubarakpuri kemudian melanjutkan mengajar selama 28 tahun ke depan di berbagai universitas, madrasah, dan sekolah-sekolah di India hingga ia ditawari posisi di Universitas Islam Al Madinah al-Munawarah. Dia bertugas beberapa tahun di Universitas Islam Madinah. Mubarakpuri menulis dan menyusun tujuh belas buku dalam bahasa Urdu dan Arab. Beberapa buku diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, termasuk:

  1. Ar-Raheeq Al-Makhtum (The Sealed Nectar).
  2. When the Moon Split.
  3. Sejarah Makkah Al-Mukaramah.
  4. Sejarah Madinah Al-Munawarah.
  5. Tafsir Ibnu Katsir yang diringkas.

Nama lengkap beliau adalah Shafiyyurrahman bin Abdullah bin Muhammad Akbar bin Muhammad Ali bin Abdul Mu'min bin Faqirullah Al-Mubarakfuri Al-A'zhami.Lahir pada 6 Januari 1943 di Mubarakpur, India. Keluarga beliaudinasabkan kepada kaum Anshar,sebagaimana banyak keluarga lain di india dinasabkan kepada mereka.Bahkan,secara spesifik sebagai keturunan Abu Ayyub Al-Anshari. Pada masa awal pertumbuhan, beliau banyak mempelajari Al-Qur'an,kemudian masuk ke Madrasah Darut Ta'lim di Mubarakpur (1948). Beliau belajar disana selama 6 tahun hingga lulus level Ibtidaiyah. Kemudian melanjutkan studi di Madrasah Ihya'Ul'Ulum di Mubarakpur pada januari 1954. Di sana selama 5 tahun beliau fokus mempelajari bahasa Arab , kaidah-kaidahnya, serta ilmu-ilmu syar'i seperti Tafsir, Hadist, Fikih, Usul Fikih,dll. Akhirnya beliau berhasil lulus pada Januari 1961 dengan predikat mumtaz (cum laude). Bahkan,sebelum itu beliau sudah berhasil meraih ijazah bergelar Maulawi pada Februari 1959. JUga, titel Alim dari Hai'ah Al-Ikhtibarat li Al-'Ulum Asy-Syarqiyyah di Allahabad, India pada februari 1960.

Selepas menyelesaikan pendidikan formal, beliau banyak menghabiskan waktu untuk mengajar, berkhotbah, dan menyampaikan kajian umum serta berdakwah di daerah Allahabad. Beliau pun diundang untuk mengajar di Madrasah Faidh'Ammselama 2 tahun. sempat pula mengajar setahun di Universitas Ar-Rasyad di A'zhamkadah. Kemudian diundang ke Madrasah Darul Hadist di Mu"afi pada Februari 1966 dan mengajar di sana selama 3 tahun. Beliau dipercaya sebagai Pembantu Ketua Bagian Pengajaran dan Urusan Internal. Kemudian beliau mendapatkan amanat sebagai Wakil Ketua Umum yang bertanggung jawab terhadap urusan internal maupun eksternal lembaga sekaligus sebagai supervisor staf pengajar di Jami'Saiwani selama 4 tahun akademik.

Setelah kembali ke Tanah Air pada akhir 1972, beliau mengajar di Madrasah Darut Ta'lim, dan menjabat sebagai DIrektur Pengajaran selama 2 tahun akademik. Atas permintaan rektor Universitas Salafiyah,Benares, beliau pindah mengajar di sana pada 1974. Selanjutnya lebih banyak melaksanakan amanat di bidang kegiatan belajar-mengajar dan dakwah di sana selama sekitar 10 tahun ke depannya. Beliau pun menjadi Pemimpin Redaksi majalah bulanan Muhaddits yang terbit di india dalam bahasa Urdu. di sela-sela kesibukan tersebut, beliau sempat meraih gelar formal dengan titel Fadhilah di bidang Sastra Arab pada 1976.

Pada tahun yang sama Rabithah Al-Alam Al-Islami di Mekkah menyelenggarakan kompetisi ilmiah tentang sirah nabawiyyah, yaitu pada Konferensi Islam International I tentang Sirah Nabawiyyah yang diselenggarakan di pakistan. Pada momen itulah Syaikh menulis kitab Ar-Rahia Al-Makthum dan berhasil meraih juara I. Kemudian melanjutkan proyek riset ilmiah ke Universitas Islam Madinah untuk melanjutkan proyek riset ilmiah di Pusat Pelayanan Sunnah dan Sirah Nabawiyyah pada 1409 H dan bekerja di sana hingga akhir Sya'ban 1418 H. Beliau meniggal ketika shalat jumat pada 10 Dzulqa'dah 1427 H/1 Desember 2006 M di tempat kelahiran beliau,Mubarakpur,India.

Syaikh memiliki sejumlah kaya di bidang tafsir,hadist,mushthalah,sirah nabawiyyah,dakwah. Jumlahnya sekitar 10 judul dalam dua bahasa,Arab dan Urdu. Di antaranya yang terpenting: Ar-Rahiq Al-Makhtum (telah diterjemahkan setidaknya ke dalam 15 bahasa yang berbeda), Raudhatul Anwari fi Siratin Nabiyyil Mukhtar (versi ringkas tentang sirah nabawiyyah), Minnatul Mun'im:Syarh Shahih Muslim, Ithaful Kiram: Syarh Bulugh Al-Maram, Bahjatun Nazhari fi Mushthalahi Ahlil Atsar, Ibrazul Haqqi wash Shawwab fi Mas alatis sufuri wal Hijab, Al-Firqah An-Najiyyah: Khasha'ishuha wa Mizatuha,Al-Bisyarat bi Muhammad fi Kutub Al-Hind wa Al-Budziyyin, dan Al-Mishbah Al-Munir: Tahdzib Tafsir Ibn Katsir.
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar