Cookie Consent
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin pemblokiran iklan di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih di plugin pemblokiran iklan Anda.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Gabung

Kisah Perang Khondaq – Kekalahan 10 Ribu Pasukan Musrikin Hadapi 3 Ribu Tentara Muslim

Sejarah Perang Khandaq – Kekalahan 10 Ribu Pasukan Musrikin Hadapi 3 Ribu Tentara Muslim
Sejarah Perang Khandaq menjadi bukti jika taktik umat Islam saat menghadapi musuh tidak bisa dipandang sebelah mata. Bayangkan saja, sepuluh ribu pasukan musuh takhluk pada tiga ribu tentara Muslim.

Khandaq dalam bahasa Persia berarti parit. Ya, pada perang tersebut Kota Madinah dibuat parit sebagai bentuk pertahanan. Rasulullah SAW bahkan ikut bersama para sahabat menggali parit tersebut.

Sejarah Perang Khandaq – Kekalahan 10 Ribu Pasukan Musrikin Hadapi 3 Ribu Tentara Muslim

Perang ini terjadi karena kemarahan Yahudi yang diusir dari Madinah oleh Rasulullah SAW. Mereka telah melanggar perjanjian sehingga dikeluarkan dari Madinah. Bangsa Yahudi Bani Nadhir kemudian mencari koalisi untuk mengalahkan umat Muslim. Seperti apa kisahnya?

Sejarah Perang Khandaq

Perang ini berlangsung pada bulan Syawal 5 Hijriah. Setelah pengusiran oleh Rasulullah SAW terhadap kaum Yahudi Bani Nadhir, para petinggi mereka berang dan menyiapkan koalisi dengan kaum yang juga menaruh dendam kepada Islam. Koalisi akhirnya terbentuk antara kaum Yahudi Bani Nadhir-Quraisy, Ghathafan, Bani Murrah dan kaum Asyja untuk menyerang kaum Muslimin di Madinah.

Bani Nadhir dipimpin Sallam bin Abul Huqaiq, Huyay bin Akhtab dan Kinanah bin Rabi’. Abu Sufyan memimpin pasukan Quraisy, sedangkan kaum Ghathafan dipimpin Uyainah bin Hisn dari Bani Fazarah. Bani Murrah dipimpin oleh Al Harist bin Auf bin Abu Haritsah al Murri. Kaum kaum Asyja dipimpin oleh Mir’ar bin Rukhailah bin Nuwairah bin Tharif. Komando tertinggi dipegang oleh Abu Sofyan.


Mendengar itu, Rasulullah SAW langsung menyiapkan strategi. Musyawarah untuk mufakat dilakukan bersama sahabat dilakukan untuk mencapai strategi yang disepakati. Akhirnya muncul saran dari Salman al Farisi tentang penggalian parit di bagian utara Kota Madinah yang menjadi satu-satunya jalan masuk Kota Madinah. Rasulullah SAW kemudian menyetujui usulan tersebut.

Kaum Muslimin pun bergegas melakukan penggalian. Ulama berbeda pendapat tentang waktu penggalian ini yakni antara enam sampai 24 hari. Semangat semakin terpacu karena Nabi Muhammad SAW juga turut membantu. Setelah parit terbentuk, Rasulullah SAW memerintahkan wanita dan anak-anak untuk ditempatkan di Benteng terkuat Madinah milik Bani Haritsah.

Pasukan musuh yang datang kemudian dibuat kebingungan dengan strategi yang sudah dibuat. Terlebih mereka baru kali ini menghadapi musuh dengan pertahanan menggunakan parit. Melewati parit tanpa jembatan penyebrangan tentu berarti bunuh diri. Karena pasukan muslim akan dengan sangat mudah menghujamkan anak panah.

Semangat pasukan musrikin yang awalnya membara untuk menang kini ciut melihat taktik yang tidak biasa ini. Namun ditengah redupnya semangat pasukan tersebut, masih ada beberapa orang yang mencoba menerobos parit yang agak dangkal. Seperti Amr bin Abdi Wudd Al-Amiryyang berhasil melewati parit dengan kudanya dan langsung menantang duel. Ali bin Abi Thalib meladeni tantangannya dan berhasil menghunuskan pedang ke bahu Amr. Seketika itu, ia pun tewas.


Ternyata ada pula warga Madinah yang berkhianat dengan cara membuka daerah pemukiman di pinggir kota yang tidak digali menjadi parit. Pasukan musuh masuk dan sempat melakukan penyerangan di rumah Rasulullah. Beruntung, mereka bisa cepat dipukul mundur oleh pasukan muslimin.

Setelah berlangsung 15 hari, perpecahan mulai muncul ditubuh kaum musrikin. Kaum Yahudi dari Bani Nadhir dan Quraizhah enggan berperang di hari Sabat. Sedangkan kaum Quraisy memaksa untuk tetap berperang. Quraisy pun merasa dikhianati kaum Yahudi. Akhirnya persengketaan pun terjadi, dan persekutuan mereka akhirnya porak-poranda.

Tidak hanya itu, Allah SWT juga memberikan bantuan melalui pasukan angin. Udara menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Bahkan, Allah juga mengirim angin putting beliung yang memporak porandakan perkemahan mereka. Pasukan Ahzab ini pun kabur mencari pertolongan. Pagi harinya, perkemahan mereka sudah kosong dengan kondisi luluh lantah. Semua perbekalan inipun diambil pasukan Muslimin sebagai rampasan perang.
Mau donasi lewat mana yak? Paypal
Bank BRI - An. KHASUN / Rek - 0112 0110 0510 502
Traktir Kopi: Bantu creator menjaga website ini dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Kisah Perang Khondaq – Kekalahan 10 Ribu Pasukan Musrikin Hadapi 3 Ribu Tentara Muslim, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code