Cookie Consent
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin pemblokiran iklan di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih di plugin pemblokiran iklan Anda.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Gabung

Sayyid Hasan Sanusi ( MBAH SELAGA ) Pasuruan

Sayyid Hasan Sanusi ( MBAH SELAGA ) Pasuruan
Sayyid Hasan Sanusi ( MBAH SELAGA ) Pasuruan

Sayyid Hasan Sanusi ( MBAH SELAGA ) pasuruan

Mbah Slagah, pada masa mudanya bernama mbah Hasan Sanusi, karena beliau menyebarkan Agama Islam di daerah Malang, maka mendapat julukan Mbah Slagah (Macan Putih). Selanjutnya di Pasuruan terjadi peperangan dengan Belanda yang menimbulkan banyak korban, akan tetapi pada akhirnya Belanda gagal dalam menduduki Pasuruan.

Mbah Slagah adalah seorang pejuang dalam pertempuran tersebut. Setelah perang usai, Bupati Pasuruan menghendaki Mbah Slagah menetap di Pasuruan, yang akhirnya mendirikan masjid Jami' hingga saat ini. Selai sebagai Pejuang Mbah Slagah juga seorang ulama besar pula, dimana wafatnya selalu diperingati dengan memberikan do'a bersama yang agak unik oleh ahli waris atau keturunan serta umat islam yang ada di Pasuruan dan sekitarnya dengan cara pembacaan syair do'a setiap hari raya ketujuh (Hari Raya ketupat), bulan syawal.

Mbah Slagah bernama asli Hasan Sanusi, putra Sa-ad bin Syakaruddin keturunan dari sayyid sholeh semendi kakak kandung sayyidah khodijah binti hasanuddin bin syarif hidayatullah sunan gunung jati. Nama Slagah berarti singa putih. Sebab, menurut keterangannya, saat berjuang melawan penjajah dulu, sosok Mbah Slagah bisa tampak seperti singa putih yang siap menerkam sehingga dinamakan Slagah.

Sebagai seorang kyai , beliau tidak kenal lelah dalam melakukan syiar agama Islam di seluruh Pasuruan dan sekitarnya. Hingga akhirnya, penyebarannya sampai di daerah Malang. Saat itu, penjajahan Belanda mulai dirasakan di Pasuruan. Untuk itu, beliau diminta Bupati Pasuruan saat itu, Raden Surgo, untuk kembali ke Pasuruan guna melawan penjajah. Belanda saat itu memasuki Pelabuhan Utara yang terletak di Mayangan.

Perjuangan mengusir penjajah Belanda berhasil, meski adik Mbak Slagah, Mbah Khotib ( kalau g' salah ), harus meninggal dari tangan penjajah. Setelah itu, oleh bupati dia disuruh menetap di Pasuruan kota, tepatnya di Desa Kebonsari, Kecamatan Bugul. Dia juga diberi kepercayaan untuk mendirikan masjid besar di wilayah tesebut. Masjid Jamik tersebut terus berdiri megah hingga sekarang di tengah-tengah kota.

Ada cerita menarik saat Belanda mencarinya di tengah-tengah pertempuran. Mbah Slagah bersembunyi di salah satu rumah. Ternyata pemilik rumah tersebut adalah Den Ayu Beri. Den Ayu menyarankan Mbah Slagah untuk bersembunyi di balik kain yang sedang ditenunnya. Akhirnya selamatlah beliau dari kejaran Belanda. Karena merasa berhutang budi dan terima kasih, Mbah slagah menuruti apa yang menjadi permintaan Den Ayu. Namun, Den Ayu hanya berwasiat, kalau Mbah Slagah meninggal hendaknya dimakamkan di samping kuburnya, di pesarean Kedunglo Kota Pasuruan.

mbah selaga ini juga adalah teman akrab dan besan dari pada sayyid ali akbar bin sulaiman bin abdurrahman .putri beliau yg bernama sayyidah muthi'ah dinikahkan dengan putra sayyid paling kecil sayyid ali akbar yg bernama sayyid ali ashghor ( pernikahan itu terjadi ketika sayyid ali akbar sudah tidak ada karena dibawa belanda ( Habib Ahmad bin Faqih Ba'Syaiban )
Mau donasi lewat mana yak? Paypal
Bank BRI - An. KHASUN / Rek - 0112 0110 0510 502
Traktir Kopi: Bantu creator menjaga website ini dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Sayyid Hasan Sanusi ( MBAH SELAGA ) Pasuruan, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code