Cookie Consent
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin pemblokiran iklan di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih di plugin pemblokiran iklan Anda.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Gabung

Pengertian dan Dalil Iman Kepada Takdir yang baik maupun buruk

Rukun Iman Keenam : Iman Kepada Takdir yang baik maupun buruk

Beriman kepada takdir meliputi empat perkara:

Al Ilmu

Mengimani bahwa Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang terjadi baik secara global maupun terperinci, baik yang telah, sedang, maupun akan terjadi.

Al Kitabah

Mengimani bahwa Allah telah mencatat takdir atas segala sesuatu di lauhul mahfudz. Tentang dua hal ini (al Ilmu dan al Kitabah) Allah berfirman,
ุฃَู„َู…ْ ุชَุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุก ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ุฅِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَุณِูŠุฑٌ
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS Al Hajj: 70).

Al Masyi’ah

Mengimani bahwa terjadinya segala sesuatu atas kehendak Allah.

Al Khaaliq

Mengimani bahwa Allah adalah pencipta atas segala sesuatu, Dia yang menciptakan makhluq dan juga perbuatan makhluq tersebut. Allah berfirman,
ูˆَุฎَู„َู‚َ ูƒُู„َّ ุดَูŠْุกٍ ูَู‚َุฏَّุฑَู‡ُ ุชَู‚ْุฏِูŠุฑุงً
“Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (al Furqan: 2).

Beriman kepada takdir sesuai dengan apa yang dijelaskan di atas, hal tersebut tidak mengingkari adanya masyi’ah (kehendak) makhluq atas apa yang mereka pilih dan mereka kerjakan. Hal ini sesuai dengan dalil-dalil syar’I yang ada dan juga sesuai dengan kenyataan. Setiap manusia pasti mengetahui bahwa dirinya memiliki kehendak dan kemampuan, dengan keduanya mereka melalukan dan meninggalkan sesuatu. Tetapi kehendak dan kemampuan makhluq terjadi atas kehendak Allah. Untuk itu Allah berfirman,
ู„ِู…َู† ุดَุงุก ู…ِู†ูƒُู…ْ ุฃَู† ูŠَุณْุชَู‚ِูŠู…َ ูˆَู…َุง ุชَุดَุงุคُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุฃَู† ูŠَุดَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ
“(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (At Takwir: 28-29).

Baca juga :
Mau donasi lewat mana yak? Paypal
Bank BRI - An. KHASUN / Rek - 0112 0110 0510 502
Traktir Kopi: Bantu creator menjaga website ini dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Pengertian dan Dalil Iman Kepada Takdir yang baik maupun buruk, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utama…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code