Rukun Iman Kedua: Iman Kepada Malaikat

Malaikat adalah makhluq yang telah Allah ciptakan dari cahaya, yang mereka itu ta’at kepada Allah secara sempurna. Allah berfirman tentang mereka,
وَلَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِندَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.” (al Anbiyaa’: 19)

Jumlah mereka tidak terbatas, tidak ada yang bisa menghitungnya kecuali Allah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Nabi dimi’rajkan, diperlihatkan kepadanya Baitul Makmur yang setiap harinya ada 70 ribu malaikat yang shalat didalamnya dan saat mereka keluar tidak kembali lagi kedalamnya [HR Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu].

Iman kepada malaikat meliputi empat perkara:
Iman terhadap keberadaanya
Iman terhadap nama-nama mereka yang diketahui seperti Jibril, Mikail dan lainnya. Yang tidak diketahui namanya kita imani secara ijmal/global.

Iman terhadap sifat-sifat mereka yang kita ketahui. Seperti sifat malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap yang mampu menutupi ufuk. Mengimani bahwa dengan izin Allah mereka dapat menjelma dalam bentuk yang lainnya, seperti Jibril yang berubah menjadi seorang laki-laki yang bertanya pada rasulullah tentang islam, iman, dan ihsan [HR Muslim dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu]

Iman terhadap pekerjaan/tugas yang mereka emban yang kita ketahui. Seperti Jibril sebagai penyampai wahyu, Mikail yang menurunkan hujan, Israafil yang meniup sangkakala di hari kiamat kelak, Malaikat Maut yang mencabut nyawa, Malik penjaga neraka, dua malaikat yang mencatat amal manusia dan lainnya.


Baca juga :

Baca juga :